• April 18, 2024

Penjelasan tentang Ethereum Merge, Ihwal Transisinya dari PoW ke PoS  

Jaringan blockchain Ethereum akan bertransisi dari algoritma konsensus proof of work (PoW) ke proof of stake (PoS) dalam 23 hari lagi. Bulan depan akan menjadi waktu yang bersejarah bagi Ethereum. Karena penggabungan yang disebut Ethereum Merge ini akan menjadi salah satu pembaruan yang paling ditunggu tunggu di ekosistem kripto. Proses penggabungan ini juga disebut sebagai Ethereum versi 2.0. Namun banyak yang belum mengetahui apa itu Ethereum Merge dan seperti apa dampaknya bagi jaringan blockchain ini.

Dikutip dari Bitcoin News, proses penggabungan ini diperkirakan akan dilakukan pada 15 September mendatang. Penggabungan ini berarti Ethereum akan sepenuhnya mengubah mekanisme konsensus yang digunakan jaringan ini. Ethereum menggunakan mekanisme konsensus proof of work, yang mirip dengan mekanisme konsensus Bitcoin, sejak jaringan ini dibuat pada 30 Juli 2015 silam.

Algoritma konsensus sendiri adalah mekanisme yang digunakan oleh komputer atau sistem blockchain untuk menyetujui tambahan data baru. Ada empat jenis algoritma konsensus, yaitu proof of work, proof of stake, proof of burn, dan proof of capacity. Sementara itu, alih alih menggunakan mekanisme konsensus PoW SHA256, Ethereum mengandalkan skema yang disebut Ethash. Skema ini adalah perjanjian konsensus PoW yang didahului oleh mekanisme yang disebut Dagger Hashimoto.

Tujuan utama Ethash adalah menawarkan resistensi atau kekuatan penambang sirkuit terintegrasi khusus aplikasi (ASIC), yaitu perangkat keras yang digunakan untuk menambang mata uang kripto. Penambang ASIC dengan skema Etash muncul bersamaan dengan penggunaan unit pemrosesan grafis (GPU). Mirip dengan algoritma konsensus PoW Bitcoin, penambanga Etash harus mengajukan biaya komputasi untuk pembelian dan pengoperasian ASIC atau GPU serta akan beroperasi menggunakan tenaga listrik.

Saat penggabungan berlangsung, Ethereum tidak akan bergantung pada penambangan untuk memvalidasi transaksi. Sebaliknya, transaksi jaringan akan divalidasi oleh entitas yang disebut validator. Dengan menggunakan mekanisme konsensus PoS, validator Ethereum diharuskan menjalankan tiga perangkat lunak berbeda yang mencakup validator, klien eksekusi dan klien konsensus. Tercatat hari ini, ada 13.406.821 ETH telah ditambahkan ke kontrak Ethereum 2.0 dan ada lebih dari 416.000 validator.

Ethereum telah memiliki rencana untuk beralih ke PoS selama beberapa tahun. Ethereum Foundation memberikan alasan mengapa PoS merupakan sebuah peningkatan bagi jaringan ini. Salah satu alasannya adalah mekanisme konsensus PoS memiliki efisiensi energi yang lebih baik. Ethereum Foundation menambahkan, mekanisme konsensus PoS tidak memerlukan perangkat atau komputer yang canggih untuk membuat blok baru. Penambang Ethereum, yang memiliki ASIC dan GPU, perlu menambang aset kripto lain yang memanfaatkan algoritma Ethash.

Penambang dapat memilih untuk menambang ethereum classic, ravencoin, ergo, beam dan Ethereum PoW yang baru dibuat di tengah proses penggabungan ini. Pada Sabtu (20/8/2022) lalu, hashrate Ethereum Classic mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Hashrate merupakan unit pengukur daya komputasi dalam menambang mata uang kripto. Saat ini, Ethereum menjalankan rantai PoS yang disebut rantai Beacon yang berjalan paralel dengan jaringan blockchain PoW.

Pengembang inti Ethereum telah memasang Ethereum Merge dengan aman melalui tiga testnet (proses pengujian sebuah jaringan blockchain sebelum dirilis untuk publik) utama yaitu Ropsten, Sepolia dan Goerli. Ethereum merge akan dilakukan di jaringan utama Ethereum, yang diperkirakan berlangsung pada 15 September mendatang, atau saat total network difficulty (sebuah tingkat kesulitan yang harus dipecahkan penambang untuk menemukan sebuah blok) mencapai 58750000000000000000000. Aat itu, Ethereum akan bergabung dengan mekanisme konsensus PoS yang telah diterapkan pada rantai beacon dan testnet Ropsten, Sepolia dan Goerli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *